Postingan

Kebahagiaan Sejati

Hakikat sejati kebahagiaan hidup berasal dari hati kau sendiri.  -- Tere Liye "Ayahku (Bukan) Pembohong" adalah salah satu dari karya Tere Liye, selain "Rembulan Tenggelam di Wajahmu", "Pergi", dan "Pulang" yang membuat gua lebih menghargai dan mengikhlaskan setiap kejadian dalam hidup.  Dan, ini salah satu kutipan yang paling mengena: "Kita tidak akan pernah merasakan kebahagiaan sejati dari kebahagiaan yang datang dari luar hati kita. Hadiah, kabar baik, keberuntungan, harta benda, pangkat, jabatan. Sebaliknya rasa sedih, kehilangan, kabar buruk, nasib buruk, itu juga datang dari luar. Saat semua itu datang dan hati kau dangkal, hati kau seketika keruh berkepanjangan. Berbeda halnya jika kau punya mata air sendiri di dalam hati itu konkret. Mata air itu sumber kebahagiaan tidak terkira. Bahkan ketika musuh kau mendapat kesenangan, keberuntungan, kau bisa ikut senang atas kabar baiknya, kut berbahagia karena hati kau lapang dan dalam. Semen...

Samurai Pertama adalah Pemain Pedang

JEPANG pertama kali bersatu di bawah kaisar pada abad ke-7. Semua kaisar sesudahnya memiliki hubungan keluarga, menjadikan Jepang keluarga penguasa turun-menurun tertua di dunia. Kesatuan kekaisaran bertahan selama sekitar 500 tahun, menjadi tempat persemaian tradisi samurai paling awal. Ketika mendengar kata "samurai" kita mungkin akan berpikir tentang "pedang". Tetapi pedang samurai--yang melengkung, bukan jenis besi lurus dan berat yang diimpor dari China--datang belakangan, karena dibutuhkan waktu beberapa saat untuk menciptakan tradisi pembuatan pedang. Masa kejayaan pertama samurai adalah zaman busur: jadi samurai pertama adalah para pemanah berkuda, bukan para pemain pedang. Busur mereka sangat berbeda dari bentuk setengah lingkaran pendek dari kayu dan tulang yang digunakan daratan Eurasia. Jika dibandingkan busur Jepang (yumi), yang terbuat dari bambu berlapis-lapis, terlihat panjang dan berat, sebuah senjata yang tidak pas untuk seorang pemanah kuda. Sumb...

Pendidikan Padepokan adalah Sistem yang Utuh

SISTEM pendidikan zaman dulu bernama padepokan. Mungkin diadopsi oleh model pendidikan pesantren yang sangat khas Indonesia. Seorang murid hidup di dalam padepokan bukan belajar kitab semata, melainkan juga bekerja dan saling bekerja sama. Mereka mengolah tanah, berternak, belajar, membaca kitab, mempelajari kanurangan, menjalankan ritual spiritual, dll. Pendidikan padepokan adalah sistem yang utuh. Murid pun berjenjang. Dari mulai cantrik, siswa, dan seterusnya, sampai puthut, yakni siswa yang telah lulus dan siap "turun gunung" mempraktekkan ilmunya di kehidupan masyarakat luas. Puthut EA - Sastrawan Salah Pergaulan

Takdir dan Nasib

ENTAH kenapa aku berpikir, kalau Tuhan itu membuat takdir kita, dari level terendah sampai level tertinggi. Tuhan juga memberikan kebebasan pada kita; mau dibawa kemana hidup kita: ini yang dinamakan nasib. Jadi, setiap hal kecil yang kita lakukan itu, berpengaruh besar terhadap jalan hidup yang kita pilih. Misalnya, seseorang dipaksa orang tuanya jadi dokter tapi sebenarnya ia mau jadi koki. Kalau anak itu nurut-nurut aja walaupun dengan terpaksa. Ia boleh pasrah dengan keadaan bilang ini sudah takdir. Tapi, kalau dia tetap kukuh ingin jadi koki. Dia bukan ngelawan takdir. Tapi, mengejar takdir. Entah mengejar takdir ke level yang mana. Level lebih tinggi atau sebaliknya. Sekali lagi, aku tidak percaya kata, "melawan takdir," dan aku percaya, "Tuhan itu adil." Mungkin, menjadi koki ia malah menjadi versi terbaik dalam dirinya, ia bisa jujur kepada dirinya maupun orang lain. Atau malah menjadi versi sebaliknya. Hanya Tuhan dan pribadi masing-masing yang tahu.

Lawan Bicara

Aku benci diriku  yang terlalu banyak bicara bukan dengan diriku sendiri. Kalau bicara dengan diriku sendiri pasti akan menjadi tulisan. Tapi, kalau bukan dengan diriku sendiri; aku malah terlihat seperti alien oleh lawan bicaraku. Jadi, kalau aku tidak berbicara denganmu, bukan berarti aku tidak suka. Aku hanya takut kalau kita berbicara akan menjadi lawan: lawan bicara. Sumber: Diriku sendiri.

Perkembangan Teknologi Komunikasi

Everett M Rogger (1986:26) mencatat tentang empat fase perkembangan komunikasi manusia. Fase-fase tersebut adalah the writing era, the printing era, telecommunication era, dan interactive communication era . Sebelum fase-fase tersebut Rogers mengungkapkan, pada masa-masa awal manusia melakukan kontak dengan sesuatu yang sangat sederhana. Gambar-gambar lukisan di gua-gua ( cave painting ) menunjukan bagaimana manusia prasejarah mengekspresikan tentang apa yang terjadi dan dialaminya. Pada mulanya lukisan-lukisan tersebut tidak beraturan, namun lama kelamaan bentuk dan susunan gambarnya mulai menunjukan kesinambungan. Hal ini sangat jelas bisa dilihat dari pictograph peninggalan kebudayaan Mesir yang ditemukan di makam-makam (piramida). Pada the writing era , terlihat jelas bahwa era komunikasi dimulai dengan tulisan-tulisan yang mulai bisa dipahami yang dipelopori oleh bangsa Sumeria. Hal ini dikembangkan lebih jauh saat ditemukannya mesin cetak oleh Gutenberg. Walau demikian pada ...

Mencari Kebenaran Selalu Pusing Pak RT!

DI KANTOR pemerintah tempat Pak RT bekerja, tampak semua pegawai sibuk dengan gadget masing-masing, mata mereka terpaku di situ. Pak RT mengangkat kepala dari gadget-nya sendiri. "Banyak kejadian ajaib di negeri ini, tapi tidak ada yang seajaib di kampungku." Pegawai yang diajak bicara mengangkat wajah dari gadgetnya. "Oh, ya? Apa yang bisa lebih ajaib dari Ahok di negeri ini?" "Coba bayangkan. Ibu-ibu di kampungku protes, mereka minta seorang perempuan diusir, hanya karena ia selalu menyanyi di kamar mandi." Pegawai 2 mengangkat kepala. "Lho, apa lagunya menyindir pemerintah?" "Ah, mengkritik pemerintah mah sekarang bebas. Ini karenanya serak-serak basah." Pegawai 3 mengangkat kepala.Serak-serak basah? Hmm. Aku juga suka yang seperti itu." "Itu dia, masalahnya. Para suami sepanjang gang di kampungku suka membayangkan diri mereka tidur dengan pemilik suara serak-serak basah itu, waktu dia menyanyi di kamar mandi. Sampai orgas...

Daya Hidup

Stoicism, Kaya , Minimalis , Nihilism? Terus, yang bener yang mana? Banyak banget hal-hal di dunia ini yang sebernarnya abu-abu. Gak semua hal bisa langsung kita judge baik-buruknya. Kita sebagai manusia nggak bisa nih serta-merta menentukan bahwa orang ini bisa "berhasil" dalam hidup karena X, karena kaya raya. Dan begitu pun sebaliknya kita nggak bisa serta-merta men judge orang gagal karena ia misalnya miskin atau serta-merta menentukan bahwa seseorang punya kehidupan minimalis dan bahagia di suatu desa. Dan orang kota yang setiap hari stres jadi punya kehidupan yang gagal. Nggak serta-merta begitu. Benar atau salah itu relatif tergantung orangnya yang menjalaninya. Jika lo melakukan X, maka lo akan cenderung Y. Dan kalo lu nggak mau jadi Y, maka ya jangan melakukan X. Tapi ya kalo lu mau jadi Y. Ya silahkan lo melakukan X. Hidup individu yang baik adalah hidup individu yang berdaya. Sumber: 1persen

Kekelalan adalah Chaos

Dimas & Reuben Dimas yang pegal-pegal punggung akhirnya bangkit dari kursi kerjanya. Diambilnya back roller dan sibuklah ia meregangkan badan dengan per besar itu. Reuben mengamati kegiatan pasangannya. Tercenung. "Apa liat-lihat?" "Kamu tahu apa yang dikatakan Einsten tentang waktu?" "Waktu juga merengangkan punggung?" cetus Dimas asal. "Ya." "Ha?" "Waktu bukan cuma bisa dipahami lewat detik jam. Memangnya apa itu detik? Apa itu jam? Apa itu hari? Sekedar istilah buat dikotomi langit terang dan langit gelap, kan?" "Jangan sok dekonstruktif. Memangnya kamu bisa bayangkan, apa jadinya dunia ini kalau nggak ada detik dan jam?" "Pikir sana sendiri! Kamu yang nanya, kok, aku yang disuruh jawab." "Itu pertanyaan retoris, you silly ." " Whatever ." "24 jam, 365 hari, itu cuma satuan. Bagian dari sistem kalender yang bukan cuma satu di dunia. Tapi, coba kita lebih akrab sedikit de...

Perintah Tuhan: Kematian John Lennon

PADA suatu masa di dekade 60-an, seorang reporter bertanya pada John Lennon, "Kamu ingin mati dengan cara apa?" "Entahlah. Mungkin aku akan ditembak oleh orang gila," kata Lennon. Entah dia cenayang, atau kalimat itu dia ucapkan saat ada malaikat lewat di sebelahnya. Pada 8 Desember 1980, John Lennon yang sedang berjalan pulang menuju apartemennya bersama Yoko Ono, ditembak lima kali dari belakang oleh Mark David Chapman. Tim hukum pembela Chapman, berdalih kalau klien mereka adalah orang gila dan karenanya tak layak dihukum. Chapman sendiri pernah beberapa kali bilang ke pengacaranya kalau membunuh Lennon adalah perintah tuhan. Tapi toh akhirnya wong edan ini dihukum 20 tahun penjara yang dibarengi dengan perawatan mental. Sumber: Tirto.id

Masuknya Komunisme ke Indonesia

SEBENARNYA sejumblah pemimpin Indonesia telah bersentuhan dengan sebuah partai sosialis yang berkembang di negeri kincir angin. Partai ini tertarik pada persoalan rakyat Indonesia serta menantang perluasan kekuasaan di Hindia Belanda. Partai tersebut adalah Partai Pekerja Sosial Demokrasi atau SDAP ( Social Democratishe Arbeider Partij ) yang didirikan di Amsterdam pada 1918, SDAP di negeri Belanda berubah menjadi Partai Komunis Belanda dan menimbulkan niat yang sama di kalangan ISDV. Jadi, dalam kongres ketujuh mei 1920, terbentuklah Perserikatan Komunis di Hindia (PKH) dengan Semaoen sebagai ketuanya. Dengan demikian, organisasi ini melibatkan diri pada Comintern yang berpusat di Moskow. Henk Sneevliet, H.M. Dekker, bersama dengan Brandsteder mendirikan Indische Sociaal Democratische Vereeniging (ISDV) pada mei 1914. ISDV menyelenggarkan kongresnya yang pertama pada 1915. Pada waktu itu jelas tampak dua aliran revolusioner. Pertama, di bawah pimpinan Schoutman. Schoutman berpenda...

Tiga Manusia Terdekat Kita

KALAU orientasi selalu untuk mendapatkan keturunan yang banyak, maka yang banyak itu tidak selalu berkualitas. Ada pepatah, iza katsur rakhusa, kalau banyak jadi murahan. Kasihan kalau anak-anak itu nanti malah tidak mendapatkan pendidikan yang baik, sehingga menjadi beban masyarakat.  Kadang-kadang yang diwariskan kepada anak-anak kemiskinan dan kebodohan. Dalam hidup itu ada tiga manusia terdekat orangtua, pasangan, dan anak. Kita tidak bisa memilih untuk dilahirkan oleh ibu yang mana. Kita juga tidak akan pernah bisa memilih mendapatkan anak seperti apa. Tapi, kita masih mungkin memilih pasangan kita. Walau jodoh di tangan Tuhan, tapi kita diberi kesempagan untuk berupaya mendapatkan pasangan terbaik. Sumber: A. Fuadi - Rantau 1 Muara

Tuhan Akan Memeluk Mimpi-Mimpi Itu

SETIAP  peristiwa di jagat raya ini adalah potongan mozaik. Terserak di sana-sini, tersebar dalam rentang waktu dan ruang. Namun, perlahan potongan itu akan bersatu membentuk bak montase Antoni Gaudi. Mozaik-mozaik itu akan membangun siapa dirimu dewasa nanti. Lalu, apa pun yang kau kerjakan dalam hidupmu akan bergema dalam keabadian. Maka, berkelana di atas muka bumi ini untuk menemukan mozaikmu! Jelajahi kemegahan Eropa sampai ke Afrika. Temukan berliannya budaya sampai ke Prancis. Langkahkan kakimu di atas altar suci almamater terhebat tiada tara: Sorbonne. Ikuti jejak-jejak Sartre, Louis Pasteur, Montesquie, Voltaire. Di sanalah orang belajar science, sastra, dan seni hingga merubah peradaban! Teruslah bermimpi, karena Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi itu. (Arai si Simpai Keramat) Sumber: Andrea Hirata - Sang Pemimpi

Pengembaraan dan Kenyataan

PENGEMBARAAN Pengembaraan ternyata memiliki paru-parunya sendiri, yang dipompa oleh kemampuan menghitung setiap resiko, berpikir tiga langkah ke depan sebelum melangkah pertama diambil, integritas yang tak dapat ditawar-tawar dalam keadaan apa pun, toleransi, dan daya tahan. Semua itu lebih dari cukup untuk mengubah mentalitas manusia yang paling bebal sekalipun. KENYATAAN Karena jika kita berupaya sekuat tenaga menemukan sesuatu dan pada titik akhirnya upaya itu hasilnya masih nihil, maka sebenarnya kita telah menemukan apa yang kita cari dalam diri kita sendiri, yakni kenyataan, kenyataan yang harus dihadapi, sepahit apa pun keadaannya. Sumber: Andrea Hirata - Edensor

Orang Cerdas Berdiri di Dalam Gelap

ORANG cerdas berdiri di dalam gelap, sehingga mereka bisa melihat sesuatu yang tidak bisa dilihat orang lain. Sebaliknya orang-orang yang tidak cerdas hidupnya lebih bahagia. Jiwa cerdas hidupnya lebih bahagia. Jiwa sehat walafiat. Isi kepalanya damai, tentram, sekaligus sepo, karena tak ada apa-apa di situ, kosong. Jika ada suara memasuki telinga mereka, maka suara itu akan terpantul-pantul sendirian di dalam sebuah ruangan yang sempit, berdengung-dengung sebentar, lalu segarea keluar kembali melalui mulut mereka. Mereka hidup di dalam terang, sebuah senter menyirami sinar tepat di atas kepala mereka dan pemikiran mereka hanya sampai batas lingkaran cahaya senter itu. Di luar itu adalah gelap. Mereka selalu berbicara keras-keras karena akan kegelapan yang mengepung mereka. Bagi sebagian orang, ketidaktahuan adalah berkah yang tak terkira. Sumber: Andrea Hirata - Laskar Pelangi

Bung Karno saat Umur 16 Tahun

BUNG KARNO , pada umur 16 tahun ia telah melahap habis berbagai karya besar. Ia mengagumi Thomas Jefferson dengan Declaration of Indipence yang ditulis 1976.  Di usia tersebut, ia paham betul gagasan George Washington, Paul Revere hingga Abraham Lincon.  semua ia pelajari dari membaca. Beliau pernah berkata, "Aku gemar sekali belajar, gemar membaca. Sampai. boleh dikatakan, aku kadang-kadang meninggalkan sekolah untuk waktunya aku pakai membaca-buku politik, yang tidak diajarkan di sekolah. Aku membaca sejarah dunia, aku membaca sejrah bangsa-bangsa, aku membaca kitab-kitab tentang gerakan kaum buruh, aku membaca tentang gerakan Islam"

Membaca Buku Menghilangkan Stres hingga 68 Persen!

 STUDY mengungkapkan bahwa otak kutu buku benar-benar dapat mengalami suara, pemandangan, bau, dan rasa yang dijelaskan di halaman-halaman buku. Pada tahun 1994, Bill Gates membeli 'Codex Leicester' seharga 30,8 juta dolar. Buku atau manuskrip kuno ini ditulis tangan merupakan jurnal ilmiah milik Leonardo da Vinci University of Sussex melakukan penelitian yang menemukan bahwa 6 menit membaca buku dapat mengurangi tingkat stres hingga 68 persen! Wow.

Keajaiban Tekad

Cita-cita Napoleon kan jadi tentara, jadi mulai dari kecil dia punya tekad kalau gua mau jadi tentara, berarti mulai sekarang gua harus biasa sama apa pun yang berbau tentara. Dia tukar bekal sekolahnya yang enak dengan ransum tentara. Karena tentara makannya ransum, maka menurut Napoleon kalau tentara, dia harus makan ransum dari sekarang. Sumber: Donny Dhirgantoro, 5 cm

Individualisme Ekstrem

DI MANA PUN , kita diajarkan bahwa kesuksesan datang melalui sikap mementingkan diri sendiri, kompetitif, dan menjunjung individualisme ekstrem. Gara-gara perspektif seperti ini pula akhirnya kita menjadi begitu tertekan. Kita merasa orang lain juga mementingkan diri sendiri. Agak miris mengingat Indonesia sebenarnya punya masyarakat yang menjunjung tinggi kolektivisme, bahu membahu, dan gotong royong.

Bersama Orang-Orang yang Lucu

SUATU PAGI , seorang Arab Badui ikut shalat subuh berjamaah. Ketika itu sang imam membaca surah al - Baqarah , padahal saat itu orang Badui tersebut sedang terburu-buru karena suatu keperluan. Akibatnya, ia tidak dapat memenuhi keperluannya itu. Pada esok hari, ia kembali ikut shalat subuh berjamaah. Ketika imam mula membaca surah al-Fill,  orang Badui tersebut langsung pergi seraya berkata, "Ini pasti lebih lama lagi! Bukankah al - Fill (gajah ) lebih besar dari al - Baqarah (sapi)?" -- Dr. Aidh al-Qarni, Tersenyumlah Ahmad Amin berkata dalam buku Faidh al - Khathir , "Orang-orang yang tersenyum tidak hanya lebih berbahagia denga diri mereka sendiri saja, namun mereka juga lebih mampu berkerja, lebih mampu berkerja, lebih mampu menanggung tanggung jawab, lebih kuat menghadapi kesulitan dan menyelesaikan masalah, serta melakukan hal-hal besar yang memberikan manfaat kepada mereka dan orang banyak." Jarir bin Abdullah al-Bujali berkata, "Setiap kali saya menj...