Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2021

Tiga Manusia Terdekat Kita

KALAU orientasi selalu untuk mendapatkan keturunan yang banyak, maka yang banyak itu tidak selalu berkualitas. Ada pepatah, iza katsur rakhusa, kalau banyak jadi murahan. Kasihan kalau anak-anak itu nanti malah tidak mendapatkan pendidikan yang baik, sehingga menjadi beban masyarakat.  Kadang-kadang yang diwariskan kepada anak-anak kemiskinan dan kebodohan. Dalam hidup itu ada tiga manusia terdekat orangtua, pasangan, dan anak. Kita tidak bisa memilih untuk dilahirkan oleh ibu yang mana. Kita juga tidak akan pernah bisa memilih mendapatkan anak seperti apa. Tapi, kita masih mungkin memilih pasangan kita. Walau jodoh di tangan Tuhan, tapi kita diberi kesempagan untuk berupaya mendapatkan pasangan terbaik. Sumber: A. Fuadi - Rantau 1 Muara

Tuhan Akan Memeluk Mimpi-Mimpi Itu

SETIAP  peristiwa di jagat raya ini adalah potongan mozaik. Terserak di sana-sini, tersebar dalam rentang waktu dan ruang. Namun, perlahan potongan itu akan bersatu membentuk bak montase Antoni Gaudi. Mozaik-mozaik itu akan membangun siapa dirimu dewasa nanti. Lalu, apa pun yang kau kerjakan dalam hidupmu akan bergema dalam keabadian. Maka, berkelana di atas muka bumi ini untuk menemukan mozaikmu! Jelajahi kemegahan Eropa sampai ke Afrika. Temukan berliannya budaya sampai ke Prancis. Langkahkan kakimu di atas altar suci almamater terhebat tiada tara: Sorbonne. Ikuti jejak-jejak Sartre, Louis Pasteur, Montesquie, Voltaire. Di sanalah orang belajar science, sastra, dan seni hingga merubah peradaban! Teruslah bermimpi, karena Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi itu. (Arai si Simpai Keramat) Sumber: Andrea Hirata - Sang Pemimpi

Pengembaraan dan Kenyataan

PENGEMBARAAN Pengembaraan ternyata memiliki paru-parunya sendiri, yang dipompa oleh kemampuan menghitung setiap resiko, berpikir tiga langkah ke depan sebelum melangkah pertama diambil, integritas yang tak dapat ditawar-tawar dalam keadaan apa pun, toleransi, dan daya tahan. Semua itu lebih dari cukup untuk mengubah mentalitas manusia yang paling bebal sekalipun. KENYATAAN Karena jika kita berupaya sekuat tenaga menemukan sesuatu dan pada titik akhirnya upaya itu hasilnya masih nihil, maka sebenarnya kita telah menemukan apa yang kita cari dalam diri kita sendiri, yakni kenyataan, kenyataan yang harus dihadapi, sepahit apa pun keadaannya. Sumber: Andrea Hirata - Edensor

Orang Cerdas Berdiri di Dalam Gelap

ORANG cerdas berdiri di dalam gelap, sehingga mereka bisa melihat sesuatu yang tidak bisa dilihat orang lain. Sebaliknya orang-orang yang tidak cerdas hidupnya lebih bahagia. Jiwa cerdas hidupnya lebih bahagia. Jiwa sehat walafiat. Isi kepalanya damai, tentram, sekaligus sepo, karena tak ada apa-apa di situ, kosong. Jika ada suara memasuki telinga mereka, maka suara itu akan terpantul-pantul sendirian di dalam sebuah ruangan yang sempit, berdengung-dengung sebentar, lalu segarea keluar kembali melalui mulut mereka. Mereka hidup di dalam terang, sebuah senter menyirami sinar tepat di atas kepala mereka dan pemikiran mereka hanya sampai batas lingkaran cahaya senter itu. Di luar itu adalah gelap. Mereka selalu berbicara keras-keras karena akan kegelapan yang mengepung mereka. Bagi sebagian orang, ketidaktahuan adalah berkah yang tak terkira. Sumber: Andrea Hirata - Laskar Pelangi

Bung Karno saat Umur 16 Tahun

BUNG KARNO , pada umur 16 tahun ia telah melahap habis berbagai karya besar. Ia mengagumi Thomas Jefferson dengan Declaration of Indipence yang ditulis 1976.  Di usia tersebut, ia paham betul gagasan George Washington, Paul Revere hingga Abraham Lincon.  semua ia pelajari dari membaca. Beliau pernah berkata, "Aku gemar sekali belajar, gemar membaca. Sampai. boleh dikatakan, aku kadang-kadang meninggalkan sekolah untuk waktunya aku pakai membaca-buku politik, yang tidak diajarkan di sekolah. Aku membaca sejarah dunia, aku membaca sejrah bangsa-bangsa, aku membaca kitab-kitab tentang gerakan kaum buruh, aku membaca tentang gerakan Islam"

Membaca Buku Menghilangkan Stres hingga 68 Persen!

 STUDY mengungkapkan bahwa otak kutu buku benar-benar dapat mengalami suara, pemandangan, bau, dan rasa yang dijelaskan di halaman-halaman buku. Pada tahun 1994, Bill Gates membeli 'Codex Leicester' seharga 30,8 juta dolar. Buku atau manuskrip kuno ini ditulis tangan merupakan jurnal ilmiah milik Leonardo da Vinci University of Sussex melakukan penelitian yang menemukan bahwa 6 menit membaca buku dapat mengurangi tingkat stres hingga 68 persen! Wow.

Keajaiban Tekad

Cita-cita Napoleon kan jadi tentara, jadi mulai dari kecil dia punya tekad kalau gua mau jadi tentara, berarti mulai sekarang gua harus biasa sama apa pun yang berbau tentara. Dia tukar bekal sekolahnya yang enak dengan ransum tentara. Karena tentara makannya ransum, maka menurut Napoleon kalau tentara, dia harus makan ransum dari sekarang. Sumber: Donny Dhirgantoro, 5 cm

Individualisme Ekstrem

DI MANA PUN , kita diajarkan bahwa kesuksesan datang melalui sikap mementingkan diri sendiri, kompetitif, dan menjunjung individualisme ekstrem. Gara-gara perspektif seperti ini pula akhirnya kita menjadi begitu tertekan. Kita merasa orang lain juga mementingkan diri sendiri. Agak miris mengingat Indonesia sebenarnya punya masyarakat yang menjunjung tinggi kolektivisme, bahu membahu, dan gotong royong.

Bersama Orang-Orang yang Lucu

SUATU PAGI , seorang Arab Badui ikut shalat subuh berjamaah. Ketika itu sang imam membaca surah al - Baqarah , padahal saat itu orang Badui tersebut sedang terburu-buru karena suatu keperluan. Akibatnya, ia tidak dapat memenuhi keperluannya itu. Pada esok hari, ia kembali ikut shalat subuh berjamaah. Ketika imam mula membaca surah al-Fill,  orang Badui tersebut langsung pergi seraya berkata, "Ini pasti lebih lama lagi! Bukankah al - Fill (gajah ) lebih besar dari al - Baqarah (sapi)?" -- Dr. Aidh al-Qarni, Tersenyumlah Ahmad Amin berkata dalam buku Faidh al - Khathir , "Orang-orang yang tersenyum tidak hanya lebih berbahagia denga diri mereka sendiri saja, namun mereka juga lebih mampu berkerja, lebih mampu berkerja, lebih mampu menanggung tanggung jawab, lebih kuat menghadapi kesulitan dan menyelesaikan masalah, serta melakukan hal-hal besar yang memberikan manfaat kepada mereka dan orang banyak." Jarir bin Abdullah al-Bujali berkata, "Setiap kali saya menj...

Cara Menulis Bilangan yang Baik dan Benar dalam Sebuah Teks

  BILANGAN  dalam teks yang dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata ditulis dengan huruf, kecuali jika dipakai secara berurutan seperti dalam perincian. Misalnya : * Mereka menonton drama itu sampai tiga kali * Koleksi perpustakaan itu lebih dari satu juta buku. * Di antara 72 anggota yang hadir, 52 orang setuju, 15 orang tidak setuju, dan 5 orang abstain. * Kendaraan yang dipesan untuk angkutan umum terdiri atas 50 bus, 100 minibus, dan 250 sedan.  a. Bilangan pada awal kalimat ditulis dengan huruf Misalnya : * Lima Puluh siswa mendapat beasiswa dari pemerintah daerah. * Tiga pemenang sayembara itu diundang ke Jakarta. b. Apabila pada awal kalimat tidak dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata, susunan kalimatnya diubah. Misalnya : Panitia mengundang 250 orang peserta. Di lemari itu tersimpan 25 naskah kuno.  Sumber: PUEBI & Sastra Indonesia, Redaksi Cemerlang

Filosofi Tato Spongebob dan Patrick

GADIS itu bernama Swarandee "Kenapa tokoh kartun? Filosofinya apa?" Tanya Bung Fiersa. Saya suka dua karakter itu, Bung. Mereka bersahabat dengan tulus tanpa ada motif tertentu. Jatuh bersama, tapa saling menjatuhkan. Bodoh bersama, tanpa saling membodohi. Jarang sekali ada persahabatan macam itu di dunia nyata." Lesung pipinya kembali terlihat ketika ia tersenyum. Sumber: Arah Langkah, Fiersa Besari

Penolakan 28 April Menjadi Hari Sastra

PADA tahun 1965, komisaris dewan mahasiswa sebuah fakultas sastra menyatakan bahwa gagasan kepenyairan Chairil Anwar bertentangan dengan faham Sosialisme Indonesia dan Amanat Berdikari yang digariskan Bung Karno; pernyataan itu kemudian dibenarkan oleh pimpinan fakultas yang bersangkutan, bahkan kemudian menolak tanggal 28 April--hari kematian Chairil Anwar--sebagai Hari Sastra. Pada pertengahan tahun yang sama, seorang tokoh Lembaga Kebudayaan Rakyat yang bernaung di bawah Partai Komunis Indonesia memuji keberanian pernyataan tersebut dan menyatakan bahwa pokoknya sesuai dengan sikap lembaganya yang tidak mengakui gagasan penyair yang diakui sebagai penyair terbesar ini.  Pada waktu itu pula, Roeslan Abdoelgani masih seorang tokoh politik yang sangat berwibawa menulis sebuah karangan, "Chairil Anwar Juga Milik Seluruh Bangsa Indonesia'". Sangat terasa, nasib si "binatang jalang" ini berada di tangan orang-orang politik. Pihak-pihak yang berebut kekuasaan ketik...