Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2021

Sepak Bola Kehidupan: Fair Play

Filosofi: FAIR PLAY adalah suatu prinsip permainan atau pertandingan yang menjunjung nilai-nilai sportivitas, solidaritas, dan kedewasaan sehingga suatu permainan atau pertandingan menjadi menarik, apik, tertib dan enak ditonton. Beberapa bentuk  fair   play dalam sepak bola adalah bersikap dewasa dengan keputusan wasit walaupun dirasa tidak adil dan tidak memuaskan, menendang bola ke luar lapangan bila mana ada pemain yang tergeletak, dan tidak terpancing emosi. Pemain atau tim yang bermain dengan fair play adalah pemain dan tim yang memiliki kedewasaan dalam bertanding dan menjunjung tinggi nilai sportivitas. Apa pun dan bagaimana pun kondisi dan hasil pertandingan akan dihormati dan disikapi dengan bijak dan dewasa. Inspirasi: Kawan, dalam kehidupan, fair play adalah fair life , yaitu suatu prinsip menjalani dan mengisi kehidupan dengan nilai-nilai sportivitas, solidaritas dan kedewasaan. Kehidupan bak permainan dan pertandingan. Di dalamnya ada kompetisi, kepenting...

Kesuksesan Itu Berasal dari Mindset

TAHUKAH  Anda bahwa Darwin dan Tolstoy sebelumnya dianggap sebagai anak-anak biasa? Bahwa Ben Hogan, salah seorang pemain golf terhebat sepanjang sejarah, sama sekali tidak bisa bermain golf ketika masih kanak-kanak? Bahwa fotografer Cindy Sherman, yang masuk daftar seniman terpenting abad ke 20, gagal menjalani kursus fotografi pertamanya? Bahwa Geraldine Page, salah seorang aktris terbaik, pernah dinasihati untuk berhenti karena dianggap tidak berbakat? Banyak orang piawai pada zamannya pernah dianggap tidak memiliki masa depan oleh pakar. Jackson Pollock, Marcel Proust, Elvis Presley, Ray Charles, Lucille Ball, dan Charles Darwin, semuanya pernah dianggap hanya memiliki pontensi kecil untuk bidang-bidang yang mereka pilih. Benyamin Barber, seorang sosiolog terkemuka, pernah berujar, "Saya tidak membagi dunia menjadi yang lemah dan yang kuat, atau sukses dan gagal. Saya membagi dunia menjadi pembelajar dan bukan-pembelajar. Bayi mengembangkan keterampilannya setiap hari. Bukan h...

Ayam Hutan Merah: Ayam Pemalu yang Kini Ada di Sekitar Kita

DAGING AYAM merupakan makanan terpopuler saat ini. Orang Amerika mencatat bahwa konsumsi daging ayam lebih tinggi daripada daging lain. Andrew Lawler, jurnalis veteran dan penulis buku Why Did the Chicken Cross the World: The Epic Saga   of the Bird That Powers Civilization , menjelaskan bahwa ayam goreng sekarang ini sebenarnya berasal dari Afrika. la mengklaim bahwa hewan yang paling penting bagi penyebaran peradaban seluruh dunia adalah ayam. Dia juga mengisahkan sejarah domestikasi ayam: dari ayam hutan di kawasan Asia Selatan sampai Asia Tenggara sekitar 10.000 tahun lalu, sampai menjadi spesies fleksibel yang mampu "melayani kebutuhan" makanan manusia. Menurutnya, ayam yang sekarang ini hidup di bumi merupakan keturunan ayam hutan merah yang amat pemalu sehingga saking pemalunya saat ditangkap, mereka bisa mati terkena serangan jantung. Namun, para ilmuwan juga yakin kalau ayam pada mulanya tidak dibawa melintasi benua. Dalam masyarakat kuno, maupun dalam banyak w...

Sabar Bukan Berarti Pasrah, Namun Sebuah Kesadaran yang Proaktif

SIAPA yang bersabar dia akan beruntung. Jadi sabar itu bukan berarti pasrah, tapi sebuah kesadaran yang proaktif. Dan sesungguhnya Allah itu selalu bersama orang yang bersabar. Yang namanya dunia itu ada masa senang dan masa kurang senang. Di saat kurang senanglah kalian perlu aktif. Aktif untuk bersabar. Bersabar tidak pasif, tapi aktif bertahan, aktif menahan cobaan, aktif mencari solusi. Aktif menjadi yang terbaik. Aktif untuk tidak menyerah pada keadaan. Kalian punya pilihan untuk tidak menjadi pesakitan. Sabar adalah punggung bukit terakhir sebelum sampai di tujuan. Setelah ada di titik terbuncah, ruang kosong hanyalah ke atas. Untuk lebih baik, bersabar untuk lebih baik. Tuhan sudah berjanji bahwa sesungguhnya Dia berjalan dengan orang sabar. Coba kalian bayangkan, misalanya Thomas Alva Edison yang menciptakan lampu kurang sabar, tidak tahulah kita bagaimana dunia ini jadinya. Dia gagal dalam eksperimen membuat lampu sampai ribuan kali. Tapi dia sabar. Dia bertahan dan mencoba l...

Untuk Urusan Mencintai, Belajarlah Pada Pencinta Bola

JANGAN pernah bertanya kepada seseorang tentang alasan mengapa ia mencintai sesuatu. Sebab berbicara tentang rasa terlebih cinta, kata-kata justru dapat mengurangi makna yang ada. Mencintai, bagi orang tertentu, hanya dapat dijawab melalui ekspresi. Sementara kata-kata lebih banyak mengutarakan kebohongan daripada kebenaran cinta yang dirasakan. Untuk urusan mencintai, belajarlah pada pencinta bola. Meski hanya sebagai penonton dan penikmat, pencinta sepak bola tetap teguh setia mendukung tim kesayangannya. Cinta pencinta sepak bol adalah cinta tanpa pamrih. Mereka tak pernah membayangkan untuk dapat apa, yang ada dalam benak mereka hanya memberi, bukan menerima. Pencinta sepak bola menyadari bahwa hakikat mencintai adalah mengabdi, bukan menuntut sesuatu demi kepuasan. Sumber: https://m.facebook.com/PersikaboFans/posts/1563235363765604?locale2=ar_AR

Surga yang Diperjualbelikan Layaknya di Pasar Tradisional

SIANG HARI , setelah semalam menerabas badai di danau Titicaca yang begitu beku.  Ernesto dan Calica memutuskan untuk mengunjungi sebuah gereja yang terkenal akan Perawan Copacabananya dan relief penting lainnya. Di pintu gereja ada seorang lelaki buta memainkan musik khas dataran tinggi bernada sedih dengan biola satu senar untuk sekumpulan penderita lepra, pengemis, dan orang-orang sakit (itu adalah sebuah tempat ziarah bagi siapa saja).  Ketika masuk ke dalam, Ernesto dan Calica menyaksikan suatu pemandangan paling menakjubkan yang pernah mereka lihat sepanjang perjalanan; ada seorang pendeta gemuk berjubah, dengan gulungan uang terjepit di sela jari-jari tangannya seolah-olah sedang mengarahkan sebuah permainan. la menerima satu per satu orang-orang Indian yang berbaris demi mendapatkan berkatnya, rela menunggu dalam antrean yang sangat panjang. Pendeta itu akan melontarkan beberapa kata dalam bahasa Quecua atau Aimara dan para Indian akan mengulurkan uang yang dengan sang...

Kisah Pilu di Balik Lahirnya Hadiah Nobel

SEDIKIT cerita tentang Alfred Nobel penemu serbuk bahan peledak dinamit. Nah suatu hari Alfred Nobel baca koran dan membeca berita dukacita. Isinya kira-kira begini, "Telah meninggal dunia, Alfred Nobel, seorang ilmuwan sekaligus pencipta bahan peledak yang telah kaya raya dan membuat sengsara jutaan orang dengan kematian." Berita itu salah, dikira yang meninggal Alfred Nobel, ternyata yang lain. Sejak saat itu seluruh kekayaan dia sumbangkan untuk penghargaan bagi umat manusia sampai sekarang, ya hadiah nobel itu. Jadi, Alfred Nobel kalau meninggal tidak mau dikenang sebagai pencipta kesengsaraan, dia mau bener-bener hidup di dunia ini sebagai manusia baik. Jadi gara-gara itu ada hadiah nobel. Sumber: 5 cm, Donny Dhirgantoro

Jadilah Dirimu Sendiri, Tanpa Perlu Menuruti Ekspektasi Orang Banyak

BODO AMATLAH  pada standar kesuksesan yang digaungkan oleh society dan media.  We  wil be something , tanpa perlu standar itu. Jadi jangan karena tidak mau berbeda dengan yang lain, kemudian kita merasa minder dan tidak punya nilai yang yang sama seperti yang lain. Ahli psikologi menyebut hal semacam ini dengan sebutan inferior complex sikap yang tidak mau berbeda dengan yang lain. Kita ambil tokoh wanita. Seseorang yang iconic. Marie Kondo. Sejak kecil, dia begitu tertarik pada beres-beres. Sesuatu yang amat remeh. Namun, dia menikmati membaca majalah-majalah tentang interior rumah dan beres-beres. Di usia lima belas tahun, dia membereskan kamarnya sampai pingsan. Namun, dari situ, dia belajar tentang cara beres-beres yang benar. Bertahun-tahun kemudian, dia tak pernah menyangka bahwa hal beres-beres ini bisa begitu mendunia. Dia menjadi konsultan beres-beres di Jepang. Dia menulis buku tentang beres-beres dan terjual jutaan eksemplar di seluruh dunia. Dia bahkan memi...

Semua Berawal dari Sebuah Cerita di Daratan Jauh di Kaffa, Ethiopia

DALAM salah satu legenda awal sejarah kopi, dikisahkan suatu hari seorang penggembala kambing dari Kaffa bernama Kaldi menemukan tumbuhan yang asing sewaktu ia menggembalakan ternaknya. Ternaknya memakan buah dari tumbuhan tersebut dan berperilaku aneh, sehingga akhirnya Kaldi mencoba sendiri buah itu. Lalu ditemukanlah bahwa buah tersebut berkhasiat membuat pengkonsumsinya tetap terjaga. Buah kopi lalu di bawa ke semenanjung Arab dan pertama kali ditanam di daerah yang sekarang menjadi negeri Yaman.  Dari Yaman kopi dibawa ke Turki, di sana biji kopi mulai diolah dengan cara dipanggang. Biji yang telah dipanggang dihancurkan dan direbus dalam air, menciptakan versi awal dari minuman yang bisa kita nikmati sekarang. Kopi pertama kali tiba di Eropa melului tangan para pedagang Venesia. Awalnya di fatwa Gereja Katolik sebagai minuman setan. Namun kemudian Paus justru memberkahi kopi dan mendeklarasinya menjadi minuman orang Kristen. Di tahun 1700an, kopi dibawa ke Amerika oleh kapte...