Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2022

Kebahagiaan Sejati

Hakikat sejati kebahagiaan hidup berasal dari hati kau sendiri.  -- Tere Liye "Ayahku (Bukan) Pembohong" adalah salah satu dari karya Tere Liye, selain "Rembulan Tenggelam di Wajahmu", "Pergi", dan "Pulang" yang membuat gua lebih menghargai dan mengikhlaskan setiap kejadian dalam hidup.  Dan, ini salah satu kutipan yang paling mengena: "Kita tidak akan pernah merasakan kebahagiaan sejati dari kebahagiaan yang datang dari luar hati kita. Hadiah, kabar baik, keberuntungan, harta benda, pangkat, jabatan. Sebaliknya rasa sedih, kehilangan, kabar buruk, nasib buruk, itu juga datang dari luar. Saat semua itu datang dan hati kau dangkal, hati kau seketika keruh berkepanjangan. Berbeda halnya jika kau punya mata air sendiri di dalam hati itu konkret. Mata air itu sumber kebahagiaan tidak terkira. Bahkan ketika musuh kau mendapat kesenangan, keberuntungan, kau bisa ikut senang atas kabar baiknya, kut berbahagia karena hati kau lapang dan dalam. Semen...

Samurai Pertama adalah Pemain Pedang

JEPANG pertama kali bersatu di bawah kaisar pada abad ke-7. Semua kaisar sesudahnya memiliki hubungan keluarga, menjadikan Jepang keluarga penguasa turun-menurun tertua di dunia. Kesatuan kekaisaran bertahan selama sekitar 500 tahun, menjadi tempat persemaian tradisi samurai paling awal. Ketika mendengar kata "samurai" kita mungkin akan berpikir tentang "pedang". Tetapi pedang samurai--yang melengkung, bukan jenis besi lurus dan berat yang diimpor dari China--datang belakangan, karena dibutuhkan waktu beberapa saat untuk menciptakan tradisi pembuatan pedang. Masa kejayaan pertama samurai adalah zaman busur: jadi samurai pertama adalah para pemanah berkuda, bukan para pemain pedang. Busur mereka sangat berbeda dari bentuk setengah lingkaran pendek dari kayu dan tulang yang digunakan daratan Eurasia. Jika dibandingkan busur Jepang (yumi), yang terbuat dari bambu berlapis-lapis, terlihat panjang dan berat, sebuah senjata yang tidak pas untuk seorang pemanah kuda. Sumb...

Pendidikan Padepokan adalah Sistem yang Utuh

SISTEM pendidikan zaman dulu bernama padepokan. Mungkin diadopsi oleh model pendidikan pesantren yang sangat khas Indonesia. Seorang murid hidup di dalam padepokan bukan belajar kitab semata, melainkan juga bekerja dan saling bekerja sama. Mereka mengolah tanah, berternak, belajar, membaca kitab, mempelajari kanurangan, menjalankan ritual spiritual, dll. Pendidikan padepokan adalah sistem yang utuh. Murid pun berjenjang. Dari mulai cantrik, siswa, dan seterusnya, sampai puthut, yakni siswa yang telah lulus dan siap "turun gunung" mempraktekkan ilmunya di kehidupan masyarakat luas. Puthut EA - Sastrawan Salah Pergaulan

Takdir dan Nasib

ENTAH kenapa aku berpikir, kalau Tuhan itu membuat takdir kita, dari level terendah sampai level tertinggi. Tuhan juga memberikan kebebasan pada kita; mau dibawa kemana hidup kita: ini yang dinamakan nasib. Jadi, setiap hal kecil yang kita lakukan itu, berpengaruh besar terhadap jalan hidup yang kita pilih. Misalnya, seseorang dipaksa orang tuanya jadi dokter tapi sebenarnya ia mau jadi koki. Kalau anak itu nurut-nurut aja walaupun dengan terpaksa. Ia boleh pasrah dengan keadaan bilang ini sudah takdir. Tapi, kalau dia tetap kukuh ingin jadi koki. Dia bukan ngelawan takdir. Tapi, mengejar takdir. Entah mengejar takdir ke level yang mana. Level lebih tinggi atau sebaliknya. Sekali lagi, aku tidak percaya kata, "melawan takdir," dan aku percaya, "Tuhan itu adil." Mungkin, menjadi koki ia malah menjadi versi terbaik dalam dirinya, ia bisa jujur kepada dirinya maupun orang lain. Atau malah menjadi versi sebaliknya. Hanya Tuhan dan pribadi masing-masing yang tahu.

Lawan Bicara

Aku benci diriku  yang terlalu banyak bicara bukan dengan diriku sendiri. Kalau bicara dengan diriku sendiri pasti akan menjadi tulisan. Tapi, kalau bukan dengan diriku sendiri; aku malah terlihat seperti alien oleh lawan bicaraku. Jadi, kalau aku tidak berbicara denganmu, bukan berarti aku tidak suka. Aku hanya takut kalau kita berbicara akan menjadi lawan: lawan bicara. Sumber: Diriku sendiri.

Perkembangan Teknologi Komunikasi

Everett M Rogger (1986:26) mencatat tentang empat fase perkembangan komunikasi manusia. Fase-fase tersebut adalah the writing era, the printing era, telecommunication era, dan interactive communication era . Sebelum fase-fase tersebut Rogers mengungkapkan, pada masa-masa awal manusia melakukan kontak dengan sesuatu yang sangat sederhana. Gambar-gambar lukisan di gua-gua ( cave painting ) menunjukan bagaimana manusia prasejarah mengekspresikan tentang apa yang terjadi dan dialaminya. Pada mulanya lukisan-lukisan tersebut tidak beraturan, namun lama kelamaan bentuk dan susunan gambarnya mulai menunjukan kesinambungan. Hal ini sangat jelas bisa dilihat dari pictograph peninggalan kebudayaan Mesir yang ditemukan di makam-makam (piramida). Pada the writing era , terlihat jelas bahwa era komunikasi dimulai dengan tulisan-tulisan yang mulai bisa dipahami yang dipelopori oleh bangsa Sumeria. Hal ini dikembangkan lebih jauh saat ditemukannya mesin cetak oleh Gutenberg. Walau demikian pada ...