Perkembangan Teknologi Komunikasi

Everett M Rogger (1986:26) mencatat tentang empat fase perkembangan komunikasi manusia. Fase-fase tersebut adalah the writing era, the printing era, telecommunication era, dan interactive communication era. Sebelum fase-fase tersebut Rogers mengungkapkan, pada masa-masa awal manusia melakukan kontak dengan sesuatu yang sangat sederhana. Gambar-gambar lukisan di gua-gua (cave painting) menunjukan bagaimana manusia prasejarah mengekspresikan tentang apa yang terjadi dan dialaminya. Pada mulanya lukisan-lukisan tersebut tidak beraturan, namun lama kelamaan bentuk dan susunan gambarnya mulai menunjukan kesinambungan. Hal ini sangat jelas bisa dilihat dari pictograph peninggalan kebudayaan Mesir yang ditemukan di makam-makam (piramida).

Pada the writing era, terlihat jelas bahwa era komunikasi dimulai dengan tulisan-tulisan yang mulai bisa dipahami yang dipelopori oleh bangsa Sumeria. Hal ini dikembangkan lebih jauh saat ditemukannya mesin cetak oleh Gutenberg. Walau demikian pada masa-masa awal penggunaan mesin cetak itu hanyalah untuk mengkopi kitab yang sebelumnya telah ditulis tangan oleh kalangan gereja dan tersebar sangat terbatas hingga masa renaisans.

The printing era, Roger memaparkan bahwa fase ini komunikasi manusia lebih maju dengan memanfaatkan teknologi cetak. Pada mulanya kemunculab bahan cetak ini berawal dari Cina dengan ditemukannya bahan baku pembuatan kertas. Selanjutnya teknologi percetakan berkembang dari Cina kemudian Korea hingga akhirnya ke Jerman dengan ditemukannya mesin cetak. Kemajuan yang berkesibambungan dari canggihnya teknologi percetakan ini ditunjukkan pada 3 September 1883 saat di mana Benjamin Day untuk pertama kalinya menerbitkan surat kabar seharga satu penny atau satu sen.

Telecommunication era, berimplikasi pada pengertian komunukasi dengan jarak yang berjauhan (communication at a long distance). Menurut Rogers (1986: 29-30) pada era yang mulai berkembang pesat pada medium tahun 1800-an ini memasuki area teknologi elektronika. Rogers memulai era ini dengan mengambil momen pada saat Samuel Morse pada tanggal 24 Mei 1844 menemukan suatu cara menyampaikan pesan melalui kabel elektronika, belakangan dikenal dengan istilah telegraf, dari Baltimore ke Washington DC dengan pesan yang sangat terkenal: "What that God Wrought?" Kehadiraj telegraf memicu para ahli untuk mengembangkan teknologi yang lebih baru, antara lain radio dan televisi.

Dalam buku "Introduction to Radio and Television" (Onong Uchjana Effendy, 2003: 137-170) dijelaskan perkembangan radio dimulai oleh penemuan rumus-rumus yang diduga mewujudkan gelombang elektromagnetis, yaitu gelombang yang digunakan oleh siaran radio maupun televisi. Selanjutnya di Amerika Serikat, Dr. Lee De Forest mengembangkan penemuan tabung lampu vakum (vacuum tube) yang memungkinkan suara dapat didengarkan dalam studio eksperimen miliknya. Kemunculan televisi di Amerika Serikat pada awal 1939 ketika berlangsung World Fair di New York dan pada tahun 1946 saat Perserikatan Bangsa-Bangsa melakukan rapat pertamanya di gedung Perguruan Tinggi Hunter di kota yang sama mulailah perlombaan teknologi audio visual itu menjalar ke negara-negara lain, terutama Inggris dan Jerman yang pertama kali menemukan televisi berwarna. Perlu dicatat bahwa inggris sudah terlebih dahulu melakukan eksperimen terhadap televisi, yaitu 1924 yang di demonstrasikan oleh John Logie Bard, namun kepopulerannya terkalahkan dengan Amerika Serikat.

Sementara interactive communication era, merupakan era yang paling kontemporer di mana telekomunikasi terjadi antara dua media yang berbeda dan difasilitasi dengan keberadaan komputer. Rogers mencatat era ini berawal dari ditemukannya ENIAC, sebutan untuk perangkat kerja komputer sederhana yang memiliki lebih dari 18.000 tabung vakum, di tahun 1946 oleh sekelompok ilmuwan di Universitas Pensylvania. Sepertiga abad kemudian penemuan sederhana ini menghasilkan perangkat yang lebih kecil, lebih canggih, dan lebih fleksibel dalam pengunaannya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ayam Hutan Merah: Ayam Pemalu yang Kini Ada di Sekitar Kita

Surga yang Diperjualbelikan Layaknya di Pasar Tradisional

Tiga Manusia Terdekat Kita