Takdir dan Nasib
ENTAH kenapa aku berpikir, kalau Tuhan itu membuat takdir kita, dari level terendah sampai level tertinggi. Tuhan juga memberikan kebebasan pada kita; mau dibawa kemana hidup kita: ini yang dinamakan nasib.
Jadi, setiap hal kecil yang kita lakukan itu, berpengaruh besar terhadap jalan hidup yang kita pilih.
Misalnya, seseorang dipaksa orang tuanya jadi dokter tapi sebenarnya ia mau jadi koki. Kalau anak itu nurut-nurut aja walaupun dengan terpaksa. Ia boleh pasrah dengan keadaan bilang ini sudah takdir. Tapi, kalau dia tetap kukuh ingin jadi koki. Dia bukan ngelawan takdir. Tapi, mengejar takdir. Entah mengejar takdir ke level yang mana. Level lebih tinggi atau sebaliknya.
Sekali lagi, aku tidak percaya kata, "melawan takdir," dan aku percaya, "Tuhan itu adil."
Mungkin, menjadi koki ia malah menjadi versi terbaik dalam dirinya, ia bisa jujur kepada dirinya maupun orang lain. Atau malah menjadi versi sebaliknya.
Hanya Tuhan dan pribadi masing-masing yang tahu.
Komentar
Posting Komentar