Jadilah Dirimu Sendiri, Tanpa Perlu Menuruti Ekspektasi Orang Banyak
BODO AMATLAH pada standar kesuksesan yang digaungkan oleh society dan media. We wil be something, tanpa perlu standar itu.
Jadi jangan karena tidak mau berbeda dengan yang lain, kemudian kita merasa minder dan tidak punya nilai yang yang sama seperti yang lain. Ahli psikologi menyebut hal semacam ini dengan sebutan inferior complex sikap yang tidak mau berbeda dengan yang lain.
Kita ambil tokoh wanita. Seseorang yang
iconic. Marie Kondo. Sejak kecil, dia begitu tertarik pada beres-beres. Sesuatu
yang amat remeh. Namun, dia menikmati membaca majalah-majalah tentang interior
rumah dan beres-beres. Di usia lima belas tahun, dia membereskan kamarnya
sampai pingsan. Namun, dari situ, dia belajar tentang cara beres-beres yang
benar. Bertahun-tahun kemudian, dia tak pernah menyangka bahwa hal beres-beres ini
bisa begitu mendunia. Dia menjadi konsultan beres-beres di Jepang. Dia menulis
buku tentang beres-beres dan terjual jutaan eksemplar di seluruh dunia. Dia
bahkan memiliki reality show di Netflix mengunjungi rumah orang-orang dan
membantu mereka cara beres-beres yang benar. Dia bahkan diundang ke berbagai
acara bergengsi dan kanal-kanal YouTube populer. Dia tak sekadar bermimpi. Mungkin, dia bahkan lupa bermimpi. Yang dia lakukan hanyalah
melakukan apa yang dia ingin lakukan. Benar-benar menekuninya. Dan, jadilah dia
seperti hari ini, Marie Kondo yang kita kenali.
Hidup menjadi terasa menegangkan dan
membuat stres bila kita menganggapnya sebagai persaingan. Kendati demikian,
persaingan itu lebih sering hanyalah produk pemikiran kita. Coba lihat
orang-orang sukses yang kita jumpai, baca, dan tonton di televisi, begitu kita
berkata pada diri sendiri. Kita harus seperti mereka, mencapai apa yang telah
mereka capai dan memiliki apa yang mereka miliki. Kalau tidak, hidup kita sama
dengan kegagalan. Kita kurang cepat dalam mencapai apa pun.
Tak mengherankan bila hidup ini sering kali
diibaratkan arena balap tikus. Dan kitalah tikus-tikus itu, yang selamanya
terjebak di jalur balap, mengejar-ngejar sesuatu yang dinamakan kehidupan, yang
definisi dan tujuannya selalu luput dari genggaman kita.
Salah satu cara untuk keluar sejenak dari arena balap itu adalah dengan menjadi penonton tentang apa yang berlangsung menepi di tengah keramaian. Bagaimanapun, tidak ada yang lebih nikmat ketimbang duduk-duduk, relaks dengan minuman sementara orang lain sibuk lalu lalang. Duduk diam di tengah kehidupan ini, saya menyadari bahwa hidup itu mungkin sama sekali bukan perlombaan melainkan kesimpangsiuran yang menyesatkan, dan kita sering kali tidak tahu bagaimana kita bisa sampai di sana dan bagaimana cara keluarnya. Namun, barangkali saja, itu bisa kita atasi dengan menikmati petualangannya, menantikan tikungan dan belokannya yang tak terduga, menerima apa pun yang kita temukan di pojoknya, dan menjelajahi jalan-jalan rahasianya.
Menuruti ekspektasi orang lain adalah
sesuatu yang semu, melelahkan, dan tidak ada habisnya. Pernah ada kutipan
menohok yang pernah saya baca, bunyinya kalau tidak salah begini,
"Belajarlah untuk mengontrol dirimu sendiri, sebab kalau tidak maka orang
lain akan melakukannya."
KALAU MENURUT PRABU GANENDRA DALAM BUKUNYA YANG BERJUDUL "TEMUKAN SIAPA KAMU DAN APA POTENSTMU" DITULIS BAHWA KETIDAKMAMPUAN MENENTUKAN KEINGINAN DARI DIRI SENDIRI DAN TERLALU BERGANTUNG PADA PILIHAN BANYAK ORANG MERUPAKAN AWAL DARI KETIDAKBAHAGIAAN SESEORANG.
Paulo Coelho pernah berkata, "Hidup ini bukanlah untuk membuktikan apa pun
kepada siapa pun." Sebab semakin keras kita berupaya untuk diakui orang
lain maka semakin lelah jiwa kita berupaya untuk mendapatkannya. Pengakuan
orang lain tidak akan pernah terpuaskan. Manusia adalah tempatnya rasa kecewa
dan mengecewakan. Sedangkan diri kita sendiri butuh haknya agar dipenuhi. Hak
apa itu? Hak untuk mewujudkan mimpi-mimpinya sendiri.
Dalam buku Be Yourself, Because Everyone is Already Taken, Mike Robbins, ia menyampaikan bahwa ada 5 prinsip dasar yang diperlukan untuk menjadi pribadi
yang otentik.
YANG PERTAMA
YAITU KNOW YOURSELF ATAU KETAHUI
DIRIMU SENDIRI, KEMUDIAN TRANSFORM YOUR FEAR YAITU UBAH KETAKUTANMU. SELANJUTNYA EXPRESS
YOUR SELF ALIAS TUNJUKKAN SIAPA
DIRIMU YANG SEJATI KEPADA DUNIA. LALU BE BOLD ATAU BERANILAH UNTUK MENUNJUKAN DIRIMU SEBENARNYA. DAN TERAKHIR SETELAH
MENUNJUKAN JATI DIRI ADALAH CELEBRATE WHO YOU ARE, RAYAKAN SEMUA ITU SEBAGAI BENTUK SYUKUR.
Sumber:
Komentar
Posting Komentar